4 April 2025 - 21:40
Source: IQNA
Rincian Mengerikan Pembunuhan Israel terhadap 15 Petugas Medis di Gaza

Surat kabar The Guardian mengungkap sebagian dari kejahatan pembunuhan brutal yang dilakukan oleh Israel di Gaza, termasuk serangan terhadap tim medis Palang Merah Palestina beberapa hari lalu.

Menurut laporan tersebut, ditemukan 15 jenazah petugas medis dan tim penyelamat Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel dan dikuburkan dalam kuburan massal di Rafah, Gaza selatan, sekitar sepuluh hari yang lalu. Para korban ditemukan dengan tangan atau kaki terikat serta mengalami luka tembak di kepala dan dada.

Kejahatan Perang

The Guardian menegaskan bahwa kesaksian para saksi menambah bukti yang menunjukkan kemungkinan besar terjadinya kejahatan perang serius pada 23 Maret. Saat itu, tim ambulans Palang Merah Palestina dan tim penyelamat Pertahanan Sipil dikirim ke lokasi serangan udara di wilayah Al-Hashashin, Rafah, pada dini hari.

Tim kemanusiaan internasional baru diizinkan mencapai lokasi pada akhir pekan lalu. Pada Sabtu, satu jenazah berhasil dievakuasi, sementara 14 jenazah lainnya ditemukan di sebuah kuburan pasir pada Minggu. Semua korban kemudian dibawa ke Khan Yunis untuk diautopsi.

Kesaksian Dokter: Mereka Dieksekusi dengan Tangan Terikat

Dr. Ahmad Al-Farra, kepala dokter di Kompleks Medis Nasser, Khan Yunis, mengonfirmasi bahwa beberapa jenazah korban telah tiba di rumah sakitnya.

“Saya melihat tiga jenazah saat mereka dibawa ke Rumah Sakit Nasser. Mereka terkena tembakan di dada dan kepala. Mereka dieksekusi. Tangan mereka diikat, mereka tak bisa bergerak, lalu mereka dibunuh,” kata Al-Farra kepada The Guardian.

Ia juga menunjukkan foto salah satu korban, yang terlihat mengenakan baju lengan panjang hitam dengan tali hitam terikat di pergelangan tangannya.

Saksi Mata: Ditembak Setelah Ditangkap

Seorang saksi mata yang ikut dalam proses evakuasi jenazah di Rafah mengatakan bahwa beberapa korban ditembak setelah mereka ditangkap.

“Saya melihat mayat-mayat itu dengan mata kepala saya sendiri. Mereka memiliki banyak luka tembak di dada. Salah satu dari mereka ditemukan dengan kedua kaki terikat, sementara yang lain ditembak di kepala. Mereka dieksekusi,” ungkapnya kepada The Guardian.

Kesaksian ini diperkuat oleh pejabat Palang Merah Palestina, Pertahanan Sipil Palestina, dan Kementerian Kesehatan Gaza, yang menyatakan bahwa beberapa korban ditembak setelah mereka ditangkap oleh pasukan Israel dan dalam kondisi terikat.

Rekaman Suara: Perintah untuk Mengikat dan Menembak

Dr. Bashar Murad, Direktur Program Kesehatan Palang Merah Palestina di Gaza, mengungkapkan bahwa salah satu korban ditemukan dengan tangan terikat, dan ada petugas medis yang masih berkomunikasi dengan pusat ambulans saat serangan terjadi.

Dalam panggilan tersebut, terdengar suara tembakan dari jarak dekat, serta suara tentara Israel berbicara dalam bahasa Ibrani, yang kemudian memerintahkan penangkapan beberapa petugas medis.

“Salah satu kalimat yang terdengar adalah: ‘Kumpulkan mereka di dekat tembok dan bawa borgol untuk mengikat mereka’,” kata Murad.

Temuan Medis: Korban Ditembak Berulang Kali

Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, mengonfirmasi bahwa setiap jenazah memiliki setidaknya 20 luka tembak.

“Salah satu korban ditemukan dengan kedua kakinya terikat, sementara lainnya mengalami luka tembak di kepala dan dada,” ungkapnya.

Upaya Israel Menutupi Kejahatan Ini

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa para korban dieksekusi, beberapa dalam keadaan terikat, dengan luka tembak di kepala dan dada. Mereka dikuburkan dalam lubang yang dalam untuk menyulitkan identifikasi.

Ketua Palang Merah Palestina, Dr. Younis Al-Khatib, menegaskan bahwa pasukan Israel menghalangi proses evakuasi jenazah selama beberapa hari.

“Proses evakuasi berlangsung sangat sulit karena jenazah terkubur di pasir, beberapa mulai mengalami pembusukan,” jelasnya.

Laporan ini menambah daftar panjang dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel di Gaza, yang telah menewaskan ribuan warga sipil, termasuk petugas medis yang seharusnya dilindungi berdasarkan hukum internasional. 

342/

Your Comment

You are replying to: .
captcha